Intoleransi gluten adalah gangguan pencernaan yang terjadi karena tubuh tidak mampu mencerna gluten. Gluten yang tidak dapat dicerna kemudian memicu tubuh untuk bereaksi negatif. Beberapa gejala intoleransi gluten yang umum dapat meliputi diare atau sembelit, perut kembung, mual dan muntah dan bahkan sakit kepala. Lantas bagaimana cara mengatasi intoleransi gluten agar gejalanya tidak berulang berulang?
Cara mengatasi intoleransi gluten

Orang yang menderita kondisi ini tidak mengalami kesulitan menyerap nutrisi lain dari makanan. Intoleransi gluten juga tidak berisiko menyebabkan komplikasi serius, seperti cedera usus. Meski begitu, gejala yang ditimbulkan tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika dibiarkan.

Nah, cara termudah untuk mengatasi gejala intoleransi gluten adalah menghindari mengonsumsi gluten dari makanan. Gluten itu sendiri adalah jenis protein yang terkandung dalam gandum.

Tetapi kadang-kadang, sangat sulit untuk sepenuhnya menghindari gandum karena sumber makanan ini sering berubah menjadi berbagai jenis persembahan. Beberapa contoh makanan gandum olahan adalah pasta dan pasta, kue dan kue kering, sereal berbasis gandum, dan berbagai jenis roti dan kue kering.

Intoleransi Gluten

Berikut adalah beberapa cara untuk mengobati intoleransi gluten yang mungkin dapat Anda praktikkan mulai sekarang:

  1. Konsultasikan dengan dokter

Jika Anda mencurigai intoleransi gluten akibat gejala setelah mengonsumsi produk gandum, Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Setelah memeriksa kondisi fisik dan riwayat medis, dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk mulai membatasi atau mengurangi asupan gluten untuk sementara waktu. Biasanya sekitar sebulan atau lebih dari 3 bulan. Selama periode ini, cobalah untuk secara bertahap mengurangi makanan bebas gluten dan memperhatikan kondisi tubuh Anda.

Jika waktu ini telah berlalu, dokter Anda biasanya akan meminta Anda untuk mengonsumsi gluten lagi seperti biasa untuk memantau perkembangan kondisi Anda.

Jika gejalanya tampak membaik atau bahkan hilang selama “pantang” tetapi muncul kembali kemudian, dokter dapat memformalkan diagnosis sebagai intoleransi gluten.

  1. Hindari gluten

Setelah dokter memastikan kondisi Anda, dokter akan menyarankan Anda untuk tidak mengonsumsi makanan tertentu sebagai cara mengatasi gejala intoleransi gluten.

Seperti disebutkan di atas, gandum dan produk berbasis gandum adalah pemicu utama. Namun, beberapa makanan lain, terutama makanan olahan pabrik, dapat ditambahkan ke gluten selama proses pembuatan.

Sebagai cara untuk mengatasi intoleransi gluten, berikut adalah beberapa makanan lain yang harus dihindari:

sereal
Kecap atau saus berbasis kedelai lainnya
Bir
Kue kering
jelai
muesli

Karena itu, baca dengan cermat komposisi label dan nilai gizi dari makanan yang tercantum dalam kemasan produk.

Selain itu, Anda juga harus mengimbanginya dengan mengonsumsi makanan segar yang sehat, karena sebagian besar sumber makanan asli bebas gluten.

  1. Mengambil vitamin dan suplemen dari dokter

Intoleransi gluten memerlukan menghindari makanan yang mengandung gluten. Inilah sebabnya mengapa Anda cenderung berisiko kekurangan input nutrisi penting dari makanan.

Menurut beberapa penelitian, orang yang perlu menghindari gluten rentan terhadap kekurangan vitamin B6 dan folat. Vitamin B ketika penting untuk membantu tubuh melawan infeksi, menjaga fungsi saraf dan membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Sebagai cara untuk mencegah dan mengatasi kekurangan gizi akibat intoleransi gluten, mintalah dokter Anda untuk merekomendasikan suplemen makanan khusus. Terutama suplemen vitamin B kompleks yang dilengkapi dengan asam folat dan vitamin B6.

Baca Juga :