Puasa di bulan Ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang harus dilakukan untuk semua umat Islam di dunia. Sumber : berdoa.co.id

Ini juga termasuk puasa Sunnah yang direkomendasikan oleh Nabi dan memiliki banyak kebajikan dan manfaat.

Doa-Go-Fast-Under-Sunnah-Rasullullah

Dalam bahasa, puasa berarti menahan diri dan dalam hal hukum Islam, puasa adalah menahan diri dari berbagai hal yang dapat membatalkannya.

Menahan diri dari tindakan yang membatalkan puasa dari imsyak hingga matahari terbenam atau saat berbuka puasa.

Latihan yang dilakukan sebelum berbuka puasa adalah doa. Ungkapan yang mudah didoakan adalah anggota keluarga Muslim, kebanyakan dari kita juga menghafal doa berbuka puasa ini dan sering membacanya.

Beberapa puasa yang direkomendasikan oleh Rasulullah:

Puasa wajib Ramadhan
Puasa Syawal
Puasa Arafat
Puasa Asyura
Puasa Syaban
Puasa Senin Kamis
David cepat
Puasa Ayyamul Bidh

Dengarkan dan baca juga: Niat puasa

Doa puasa

Doa Iftar atau Doa Iftar adalah doa yang dipersembahkan sebelum berbuka puasa untuk membatalkan puasa pada hari itu.
Bacaan doa puasa

Puasa melanggar doa

Bacaan doa puasa Arab

Pelajari lebih lanjut tentang ُ
Doa Latin tentang puasa

“Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin”.
Arti doa puasa

Doa Buka Puasa

“Ya Tuhan, untukmu atau untukmu puasa, denganmu aku percaya, dan untuk rezeki kamu aku berbuka puasa, dengan rahmatmu, atau Tuhan, Dewa Yang Welas Asih”.

Doa ini biasanya dibaca sebelum atau ketika kita ingin berbuka puasa. Doa ini tidak diambil oleh pecandu nabi Muhammad, tetapi oleh serangkaian frasa doa yang dibuat oleh para sarjana.
Sholat Puasa menurut Sunnah Nabi

Bacaan doa puasa yang terkandung dalam hadis nabi Muhammad adalah:
Sholat Puasa menurut Sunnah
Doa-Kerusakan-Puasa-Menurut Perjanjian-Sunnah
Bacaan doa puasa menurut Sunnah Arab

اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا ، اَللَّهُمَّ تَقَبَّل مِنَّا ،
Bacaan doa puasa menurut Sunnah Latin

“Allahumma Laka Shumna wa ala Rizqika Aftharna, Allahumma Taqabbal Minna Innaka Antas Samiul” Alim “.
Arti sholat puasa menurut sunnah

“Ya Allah, untukmu atau untuk kami kami puasa, untuk rezeki Anda kami berbuka puasa, kemudian menerima (puasa) kami. Sesungguhnya, Anda Dia yang mendengarkan dan tahu” (HR. Ibnu Sunni dan lain-lain).

Namun, sebagai doa atau permintaan kepada Tuhan, tentu tidak salah jika kita membaca doa puasa di atas. Juga, ada kisah hadis yang menyarankan membaca doa untuk berbuka puasa.

Diceritakan oleh Abdillah bin Abdil Malkah oleh Abdulah bin Umar bin “Ash berkata:

“Utusan Allah berkata: Sesungguhnya, bagi mereka yang berpuasa, dia memiliki doa yang tidak ditolak ketika itu melanggar.” (HR. Ibn Majah dan Ibn Sunni, kata hasan dari an-Nawawi.)

Karena itu, berdoa dengan doa istirahat cepat adalah hal yang baik dan direkomendasikan. Bukan kesalahan membaca doa yang tidak bertentangan dengan syari’at yang tidak ditemukan dalam Alquran dan hadis.
Doa puasa menurut Sunnah kedua

Abdil Malikah diriwayatkan oleh Abdillah bin Umar bin Ash Ra, mendengarkan Nabi ketika berbuka puasa juga membaca doa di bawah ini.

Doa-Kerusakan-Puasa-Menurut Perjanjian-Sunnah-Rasulullah
Bacaan doa puasa menurut Sunnah kedua

اَللَّهُمَّ إنِّي أَسْألُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ، أنْ تَغْفِرَ لِيْ

“Allahumma menyanyikan lagu as-aluka bi secara spiritual latii menghendaki kulla syain sebuah taghfirolii”.

Ini berarti:

“Ya Tuhan, aku benar-benar memintamu dengan rahmatmu yang mencakup semua hal, sehingga kamu memaafkanku.”
Sholat Puasa menurut Sunnah Ketiga

Narasi otentik yang berasal dari Nabi Muhammad tentang berbuka puasa adalah seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar Ra bahwa Rasulullah ketika ia berbuka puasa mengatakan:

Doa-Kerusakan-Puasa-Menurut Perjanjian-Sunnah
Doa doa puasa menurut Sunnah Ketiga

ذَهَبَ الظَّمَـأُ ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

“Dzahabaz zama’u wabtallatil” uruqu wa tsabatal ajru, Insya Allah “.

Ini berarti:

“Dia kehilangan kehausan, urat dan pasti dihargai oleh kehendak Allah Ta’ala” (HR. Mrs. Dawud, Daruquthni, Hakim dan Nasa’i).

Dengan doa hadits ini, jelas bacaan dan bacaan yang datang dari Rasulullah menjadi lebih penting untuk dipraktikkan.

Jika kita perhatikan dengan seksama, doa ini berisi ungkapan kegembiraan dan syukur atas puasa yang telah dijalani.